Minggu, 25 September 2016

SISTEM INFORMASI KERETA API

Membuat Artikel Tentang Sistem Informasi

Sistematika Artikel
SISTEM INFORMASI PADA STASIUN KERETA API
(MUHAMMAD DIKY SETIYAWAHYUDI / 1634010068)
Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. (Jogiyanto,2005:1).

Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data item. Data adalah nyata yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. (Jogiyanto,2005:11).
Jadi Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.




SEJARAH PT. Kereta Api Persero
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) yang mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari negara jepang yang dulu mendirikannya di Indonesia.
Pada tanggal 28 September 1945, pembacaan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya mengaskan bahwa mulai hari itu juga kekuasaan perkeretaapian berada di tangan Bangsa Indonesia sehingga jepang sudah tidak berhak untukmencampuri urusan perkeretaapian di Negara Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya pada tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta juga terbentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI)
Nama DKARI kemudian diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Nama itu diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tanggal 15 September 1971. Pada tanggal 2 Januari 1991, nama PJKA secara resmi diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan semenjak tanggal 1 Juni 1999 diubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) sampai sekarang ini.

Sistem Informasi Stasiun Kereta Api
Sistem informasi pada stasiun kereta api guna untuk memudahkan dan memberikan solusi untuk mengatur alur jadwal pemberangkatan penumpang mulai dari proses pemesanan tiket kereta api sampai menuju ke penumpang tersebut masuk dalam kereta api dan siap untuk diberangkatkan. Dan Sistem Informasi pada kereta api bersifat mengolah data dalam laporan tentang keberangkatan dan jumlah dari penumpang yang akan siap untuk di berangkatkan ke kota tujuan penumpang tersebut.
Teknologi semakin berkembang pesat dan menjalar ke berbagai sektor perusahaan termasuk perusahaan PT. Kereta Api Persero, yang juga butuh sistem informasi untuk pemesanan tiket, tarif tiket, jadwal keberangkatan, jumlah penumpang dan berbagai pengolah data lainnya yang tertuju pada pengolahan data didalam stasiun kereta api tersebut.
Sebuah bisnis, customer merupakan faktor yang amat sangat penting. Untuk itu perlu komunikasi yang baik antar perusahaan kereta api dengan customernya. Dan yang diharapkan para customer/pelanggan adalah perusahaan tersebut dapat mengambil langkah yang tepat dalam meningkatkan layanan kepada customer/pelanggannyanya, meningkatkan loyalitas customer/pelanggan, serta juga dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.

Keterkaitan PT. Kereta Api Persero Dengan Sistem Informasi
Dalam keterkaitannya PT. Kereta Api Persero telah melakukan langkah yang lebih maju dan dulu yaitu telah menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh customer/pelanggannya. Perusahaan Kereta Api ini memiliki situs Web yang menyediakan informasi yang dibutuhkan pelanggan mengenai kereta api, mulai dari pemesanan tiket, tarif tiket, jadwal keberangkatan dan paket-paket dokumen atau barang untuk keperluan komersional. Situs web nya adalah http://kereta-api.co.id
Halaman beranda (index/home) dapat ditemukan dimenu yang disusun secara horizontal dibagian atas tersebut.
Menu itulah yang memberikan spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan/pengguna. Mesin pencari (search engine) yang posisi letaknya pada bagian atas web yang merupakan hal pertama yang dapat dilakukan pelanggan apabila pelanggan ingin mencari informasi tanpa terlebih dahulu mencari informasi secara manual tersebut melalui menu.




Layanan Produk dan Layanan Penumpang
Sebagai perusahaan Transportasi yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah banyak mengoperasikan KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan Non Komersil), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari :
-
KA Eksekutif
-
KA Ekonomi AC
-
KA Bisnis
-
KA Ekonomi
-
KA Campuran
-
KA Lokal
(Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi
-
KRL

RESTORASI (Restotan yang berada di dalam kereta api)
Setiap Rangkaian dalam Kereta Api yang di lengkapi dengan Kereta Makan yang berguna sebagai Restorasi. Restorasi melayani makan dan minum selama perjalanan penumpang menuju ke kota yang dituju. Terdapat menu-menu khas Kereta Api yang dapat dinikmati para pelanggan/penumpang. Kru Restorasi yaitu terdiri dari : Koki, Prama dan Prami yang siap melayani pelanggan/penumpang di dalam perjalanananya menuju ke kota tujuannya.


KRU KERETA API
Kru Kereta Api adalah petugas Kereta Api yang bertanggung jawab selama dalam   perjalanan. Kru Kereta Api yaitu terdiri dari :
-Masinis : Masinis adalah supir atau pengemudi pada Kereta Api.
-Assisten Masinis : adalah asisten atau pendamping pengemudi kereta api.
-Kondektur : kondektur ialah sebagai petugas pengecek an tiket penumpang.
-Teknisi KA dan Runner AC : teknisi adalah orang yang bertugas bila mana terjadi kerusakan pada bagian kereta dan bagian dalam gerbong, tugasnya lebih tepat lagi adalah memelihara, begitu juga dengan runner AC sama halnya tugasnya ialah memperbaiki AC dan memelihara AC.
.
ON TRAIN CLEANING (petugas kebersihan)
Petugas On Train Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan Kereta Api selama dalam perjalanan. Terdapat dua petugas OTC di setiap Kerata yang siap melayani pelanggan/penumpang.

Persyaratan & Ketentuan Angkutan Penumpang
Ketentuan Umum untuk naik Kereta Api
-Setiap penumpang wajib memiliki tiket yang sah dan valid dokumen angkutan yang sah dan merupakan tanda bukti terjadinya perjanjian angkutan, dimana KAI wajib mengangkut, dan orang yang telah memiliki tiket berhak memperoleh pelayanan sesuai dengan tingkat pelayanan yang dipilih oleh PT. Kereta Api Persero

Reservasi (pemesanan tiket Kereta Api)
1
Reservasi tiket Kereta Api sudah dapat dilakukan mulai H-90 di loket stasiun terdekat, loket agen, minimarket, Contact Center 121 atau secara online melalui web dan mobile aplication. Daftar tempat pembelian tiket selain loket stasiun dapat dilihat juga di web https://tiket.kereta-api.co.id
2.
Pembelian selain di loket stasiun akan mendapatkan bukti transaksi berupa struk, email, sms notifikasi atau bentuk lainnya, berisi kode booking, data diri dan data perjalanan penumpang, harus ditukarkan dengan tiket selambat - lambatnya satu jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api di loket atau pada mesin cetak tiket mandiri di stasiun

Tarif Jasa Kereta Api
1.
Tarif adalah tarif per orang sekali jalan, dan sudah termasuk asuransi
2.
Tarif berlaku berada pada rentang tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) yang ditetapkan oleh Direksi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan dapat berubah sewaktu-waktu dalam rentang TBB-TBA dimaksud
3.
Khusus kereta api kelas ekonomi yang merupakan penugasan pemerintah, tarif ditetapkan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
4.
Pada kereta api jarak jauh dan menengah setiap penumpang berhak atas nomor tempat duduk kecuali pada Kereta Api Jarak dekat (komuter) dapat diberlakukan bebas tempat duduk.
5.
Semua penumpang dikenakan tarif dewasa kecuali satu penumpang berusia dibawah 3 tahun yang bepergian bersama satu penumpang dengan tarif dewasa tidak dikenakan bea jika tidak mengambil tempat duduk.
6.
KAI memberikan tarif reduksi kepada lansia, veteran, TNI/Polri, Anggota Fokuswanda, dan pihak lainnya yang ditetapkan oleh KAI.
7.
Pembelian tiket dengan tarif reduksi hanya dapat dilakukan di loket stasiun.
Bagasi
1
Setiap penumpang diperbolehkan membawa Bagasi kedalam Kereta Api dengan berat maksimum untuk tiap penumpang 20 kg dan dengan volume maksimum 100 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm), serta sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item Bagasi) tanpa dikenakan bea tambahan.
2.
Bagasi yang melebihi berat dan/atau ukuran sebagaimana dimaksud diatas sampai dengan setinggi-tingginya 40 kg atau dengan volume 200 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 60 cm), diperbolehkan dibawa kedalam kereta penumpang dengan dikenakan bea kelebihan Bagasi atau membeli tempat duduk ekstra.
3
Tarif atas kelebihan berat Bagasi sebagai berikut :
a.
Kereta Api Kelas Eksekutif Rp 10.000,-/kg;
b.
Kereta Api Kelas Bisnis/Ekonomi Komersial Rp 6.000,-/kg;
c.
Kereta Api Kelas Ekonomi non Komersial Rp 2.000,-/kg.
4.
Pembayaran bagasi dilakukan di stasiun.
Boarding
1.
Semua penumpang berusia diatas 17 tahun wajib menunjukan bukti identitas diri yang resmi dengan nama tertera pada bukti identitas sama dengan yang tertera pada tiket.
2.
Bukti Identitas identitas yang dapat dipergunakan KTP, SIM, Passport, KTA TNI/Polri, Kartu pelajar dan bukti identitas lainnya yang dilengkapi dengan foto.
3.
Apabila tiket yang dimiliki penumpang adalah tiket dengan tarif reduksi maka Bukti Identitas yang ditunjukan adalah bukti identitas yang menunjukan hak atas reduksi dimaksud.
4.
Apabila tidak dapat menunjukan bukti identitas yang sama dengan nama yang tertera pada tiket maka tidak diperkenankan masuk stasiun dan naik kereta api.


KESIMPULAN

Sistem Informasi untuk sebuah perusahaan ialah sangat penting dan dibutuhkan, terutama untuk perusahaan besar seperti PT. Kereta Api Persero yang membutuhkan sitem informasi untuk memberikan informasi seputar jadwal keberangkatan, tarif, pemesanan tiket, pembayaran tiket dan masih banyak lagi tentang pengolahan data di sebuah Stasiun Kereta Api. Perlunya sistem informasi juga berguna sebagai media komunikasi antara perusahaan Kereta Api dengan costumer/penumpangnya guna memudahkan customer/penumpang untuk mencari informasi dalam perjalanannya yang menggunakan Kereta Api.
REFERENSI
Beberapa hasil analisa dan pikiran sendiri