Membuat Resume Jurnal
Sistematika Artikel
Organisasi
Internasional
(Muhammad
Diky Setiyawahyudi / 1634010068)
Pengertian
Organisasi Internasional
Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat
internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan
menciptakan perdamaian dunia dalam tata hubungan internasional. Pada hakikatnya
organisasi internasional memiliki arti luas dan sempit. Secara luas, organisasi
internasional meliputi organisasi publik (public international organization),
organisasi privat (privat international organitation), organisasi regional,
organisasi subregional, dan organisasi bersifat universal (organization of
universal character). Secara sempit hanya meliputi organisasi internasional
publik. PBB juga
merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan utama dalam perjanjian Atlantic
Charter. contoh lain adalah MEE,OPEC,dan ASEAN.
Macam-macam
Organisasi Internasional
Di dunia ini ada banyak organisasi internasional. Contohnya ASEAN,
Konferensi Asia Afrika (KAA), dan PBB. Setiap organisasi tersebut mempunyai
tujuan masing-masing. Meskipun demikian, organisasi-organisasi tersebut
sama-sama berperan dalam meningkatkan hubungan internasional. Berikut adalah
beberapa macam organisasi Internasional
1. ASEAN
ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East
Asia Nations. ASEAN ini merupakan organisasi internasional yang bersifat
regional, yaitu hanya beranggotakan negara-negara Asia Tenggara. ASEAN lahir
pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok.
ASEAN mempunyai semboyan Mitreka Satata yang
terdiri atas penggalan kata-kata: Mitra yang berarti teman
atau sahabat, Ika yang berarti satu, dan Satata yang
berarti sederajat. Dengan demikian, semboyan Mitreka Satata berarti selalu
bersahabat atau bersahabat yang sederajat. Semboyan ini sebagai lambang
persatuan untuk membina persahabatan antarnegara-negara anggota ASEAN.
Peran
ASEAN dalam meningkatkan hubungan internasional tampak dari upaya kerja sama
yang dikembangkan negara-negara ASEAN. Upaya kerja sama yang dikembangkan
negara-negara ASEAN meliputi bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
2. Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok
Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung merupakan proses awal
lahirnya Geakan Non-Blok (GNB). KAA tersebut diselenggarakan pada tanggal 18–24
April 1955 dan dihadiri oleh 29 kepala negara dan kepala pemerintahan dari
Benua Asia dan Afrika yang baru saja mencapai kemerdekaannya.
Lahirnya
Konfrensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok dilatarbelakangi oleh beberapa hal.
Pertama, suasana makin meningkatnya perjuangan bangsa-bangsa terjajah untuk
memperoleh kemerdekaan dan usaha-usaha menggalang persatuan di antara negara-negara
merdeka. Kedua, adanya perlombaan pembuatan senjata modern antara Blok Barat
(Amerika Serikat dan sekutunya) dengan Blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya)
mengakibatkan situasi dunia saat itu diliputi oleh kecemasan akan terjadi
perang bom atom.
Keadaan
yang demikian mendorong negara-negara berkembang mencari pemecahan untuk
meredakan ketegangan dunia dan memelihara perdamaian dunia. Tujuan utama KAA
adalah menciptakan perdamaian dan ketenteraman hidup bangsa-bangsa yang ada di
kawasan Asia Afrika.
3. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat PBB secara resmi berdiri
pada tanggal 24 Oktober 1945. Pemrakarsa berdirinya PBB adalah Presiden Amerika
Serikat, Franklin Delano Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Sir Winston
Churchill. Kedua tokoh tersebut pada awalnya mengadakan pertemuan di atas kapal
di Laut Atlantik yang menghasilkan Atlantic Charter (Piagam Atlantik) pada
tanggal 14 Agustus 1941. Salah satu isi piagam tersebut adalah adanya cita-cita
untuk menciptakan perdamaian dunia. Isi piagam itulah yang melandasi lahirnya
PBB.
Sebagai upaya mencapai cita-cita perdamaian dunia maka diselenggarakan berbagai pertemuan antarnegara di dunia atau berbagai konferensi. Salah satu konferensi tersebut adalah Konferensi San Francisco yang diselenggarakan pada tanggal 25 April–26 Juni 1945. Dalam konferensi ini, wakil-wakil negara Barat menerima pola umum League of Nations atau Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dengan perubahan-perubahan dan nama baru, yaitu United Nations Organizations (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus menyetujui isi Piagam PBB. Konferensi San Francisco tersebut diikuti oleh 50 negara, yaitu 47 negara penanda tangan Declaration of United Nations ditambah Ukraina, Belarus, dan Argentina.
Sekitar
empat dekade yang lalu, organisasi internasional identik dengan sudut pandang government-oriented karena
dalam melakukan hubungan internasional yang berperan aktif adalah aktor negara
yang dalam hal ini merupakan perwakilan resmi dari sebuah negara. Namun,
ternyata pola diplomasi abad 21 sangat berbeda dengan masa-masa empat dekade
yang lalu karena saat ini peran aktor-aktor non negara juga sangat aktif
seperti Multi National Corporations (MNCs), individu, dan International
Non-Governmental Organizations (InGOs). Atas dasar hal-hal di atas, klasifikasi
organisasi internasional pun menjadi beragam sesuasi dengan tujuannya ada yang
yang berorientasi umum dan ada pula yang lebih khusus.
Klasifikasi
Organisasi Internasional
Klasifikasi Organisasi Internasional, bisa juga disamakan dengan
penggolangan ataupun pengelompokan. klasifikasi tersebut dibuat berdasarkan
jenis, bentuk serta sifat organisasi internasional tersebut. Berikut beberapa
pendapat dari para pakar hukum internasional tentang klasifikasi organisasi
internasional :
1. Schemers, beliau memberikan klasifikasi OI sebagai berikut :
a. Organisasi Internasional Publik ; sebuah organisasi yang didirikan
berdasrkan perjanjian antar negara, dengan syarat bahwa organisasi tersebut
harus didirikan berdasarkan PI, harus memiliki organ dan didirikan berdasrkan
HI.
b. Organisasi Privat Internasional ; Organisasi ini didirikan
berdasrkan hukum internasional privat yang dalam hal inisudah masuk dalam
yurisdiksi hukum nasional yang membidangi masalah privat dan tunduk pada hukum
nasional suatu negara.
c. Organisasi yang Berkarakter Universal ; Organisasi ini
berkarakteristik univesalitas (global), ultimate necessity (secara pesat
organisasi ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi dalam level internasional)
dan heterogenity ( dibangun atas dasar perbedaan pandangan politik, budaya
serta perbedaan tahap kemajuan).
d. Organisasi Internasional Tertutup ; bahwa persekutuan tidak akan
menerima keanggotaan selain dari groupnya atau komunitasnya secara terbatas.
e. Organisasi Antar Pemerintah ; Schemers membatasi pada organisasi antar
pemerintah terbatas pada organ tertentu, yakni eksekutif).
f. Organisasi Supranasional ; merupakan organisasi kerjasama baik
dalam bidang legislasi, yudikasi dan eksekutif bahkan sampai pada level warga
negara.
g. Organisasi Fungsional ; sering disebut dengan organisasi teknis
yang memiliki kekhususan dalam bidang fungsi spesifik dari suatu organisasi.
h. Organisasi Umum ; sering disebut dengan political organization.
Manfaat
Organisasi Internasional terhadap Bangsa Indonesia
Manfaat
yang dapat diperoleh Bangsa Indonesia dengan keterlibatannya dalam berbagai
organisasi internasional adalah diantara lain:
a. Menjalin Persahabatan Antarbangsa
Dalam melakukan kerja sama internasional, setiap bangsa berpedoman pada politik luar negeri masing-masing negaranya. Demikian pula bangsa Indonesia. Dalam suasana dunia yang damai dan bersahabat itulah, bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan nasional, termasuk pembangunan ekonomi
b. Mencukupi Kebutuhan bangsa Indonesia
Tidak ada Negara yang dapat mencukupi semua kebutuhan warganya tanpa bekerja sama dengan Negara lain. Dengan ikut serta dalam organisasi-organisasi internasional, bangsa Indonesia dapat mencukupi kebutuhan dengan bantuan bangsa lain.
c. Mempercepat Proses Perkembangan Ekonomi
Sebagai Negara berkembang, Indonesia berusaha membangun dan mengembangkan perekonomiannya. Dengan bantuan organisasi-organisasi internasional, antara lain IMF, bank dunia, dan CGI, Indonesia akan dapat mempercepat proses perkembangan ekonomi.
d. Ikut Berperan dalam kancah perekonomian dunia
Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi-organosasi internasional membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk berperan dalam kancah perekonomian dunia.
Contoh. Indonesia sering dijadikan tempat penyelenggaraan konferensi antarbangsa.
e. Memperoleh Pengalaman dari Negara-negara lain
Pengalaman yang dapat diperoleh dari pergaulan dengan bangsa-bangsa lain, misalnya:
• mengembangkan system informasi pemasaran yang efektif untuk memantau kegiatan pasar dunia .
• memliki fleksibilitas atau keluwesan berusaha untuk menghadapi pasar global.
f. mengetahui dan memperkuat posisi Indonesia di gelanggang internasional
Setelah menjadi anggota organisasi-organisasi internasional, posisi Indonesia di gelanggang internasional makin kuat, juga dapat mengetahui posisi perekonomiannya di tengah-tengah bangsa lain. Dengan demikian Indonesia mengetahui keunggulan absolute yang dimilikinya dan dapat diarahkan menuju spesialisasi produksi.
g. Memantau perkembangan perekonomian dunia
Sebagai anggota organisasi-organisasi internasional, Indonesia dapat memantau perkembangan ekonomi dunia. Hal tersebut bermanfaat untuk melaksanakan kebijakan ekonomi dalam negeri. Contoh Harga BBM tiap bulan ditetapkan berdasarkan harga di pasaran internasional.
h. Tidak terisolasi dalam pergaulan bangsa-bangsa
Dengan ikut aktif dalam organisasi internasional Indonesia tidak terisolasi dalam pergaulan bangsa-bangsa. Hal itu penting untuk menghadapi era gobalisasi.
i. Menerima bantuan dari organisasi-organisasi internasional
Contoh:
• Untuk pemeliharaan kesehatan anak-anak, Indonesia mendapat bantuan dari UNICEF
• Untuk pelaksanaan program keluarga berencna, Indonesia mendapat bantuan dari WHO
a. Menjalin Persahabatan Antarbangsa
Dalam melakukan kerja sama internasional, setiap bangsa berpedoman pada politik luar negeri masing-masing negaranya. Demikian pula bangsa Indonesia. Dalam suasana dunia yang damai dan bersahabat itulah, bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan nasional, termasuk pembangunan ekonomi
b. Mencukupi Kebutuhan bangsa Indonesia
Tidak ada Negara yang dapat mencukupi semua kebutuhan warganya tanpa bekerja sama dengan Negara lain. Dengan ikut serta dalam organisasi-organisasi internasional, bangsa Indonesia dapat mencukupi kebutuhan dengan bantuan bangsa lain.
c. Mempercepat Proses Perkembangan Ekonomi
Sebagai Negara berkembang, Indonesia berusaha membangun dan mengembangkan perekonomiannya. Dengan bantuan organisasi-organisasi internasional, antara lain IMF, bank dunia, dan CGI, Indonesia akan dapat mempercepat proses perkembangan ekonomi.
d. Ikut Berperan dalam kancah perekonomian dunia
Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi-organosasi internasional membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk berperan dalam kancah perekonomian dunia.
Contoh. Indonesia sering dijadikan tempat penyelenggaraan konferensi antarbangsa.
e. Memperoleh Pengalaman dari Negara-negara lain
Pengalaman yang dapat diperoleh dari pergaulan dengan bangsa-bangsa lain, misalnya:
• mengembangkan system informasi pemasaran yang efektif untuk memantau kegiatan pasar dunia .
• memliki fleksibilitas atau keluwesan berusaha untuk menghadapi pasar global.
f. mengetahui dan memperkuat posisi Indonesia di gelanggang internasional
Setelah menjadi anggota organisasi-organisasi internasional, posisi Indonesia di gelanggang internasional makin kuat, juga dapat mengetahui posisi perekonomiannya di tengah-tengah bangsa lain. Dengan demikian Indonesia mengetahui keunggulan absolute yang dimilikinya dan dapat diarahkan menuju spesialisasi produksi.
g. Memantau perkembangan perekonomian dunia
Sebagai anggota organisasi-organisasi internasional, Indonesia dapat memantau perkembangan ekonomi dunia. Hal tersebut bermanfaat untuk melaksanakan kebijakan ekonomi dalam negeri. Contoh Harga BBM tiap bulan ditetapkan berdasarkan harga di pasaran internasional.
h. Tidak terisolasi dalam pergaulan bangsa-bangsa
Dengan ikut aktif dalam organisasi internasional Indonesia tidak terisolasi dalam pergaulan bangsa-bangsa. Hal itu penting untuk menghadapi era gobalisasi.
i. Menerima bantuan dari organisasi-organisasi internasional
Contoh:
• Untuk pemeliharaan kesehatan anak-anak, Indonesia mendapat bantuan dari UNICEF
• Untuk pelaksanaan program keluarga berencna, Indonesia mendapat bantuan dari WHO
TUJUAN PEMBENTUKAN ORGANISASI INTERNASIONAL
Dibentuknya Organisasi Internasional memiliki
tujuan sesuai dengan karakteristik dan klasifikasi yang telah kita teliti
sebelumnya. Ada organisasi internasional yang didirikan dengan tujuan umum dan
diterima seluruh masyarakat internasional, dan ada organisasi internasional
yang didirikan untuk tujuan yang khusus dan berlaku bagi anggotanya dan
beberapa kelompok masyarakat internasional saja. Secara umum, tujuan
dibentuknya organisasi internasional pada dasarnya adalah untuk kepentingan
bersama seluruh masyarakat internasional yang menginginkan terciptanya suasana
harmonis. Sedangkan secara khusus, organisasi internasional dibentuk untuk
kepentingan para pendirinya, yang memiliki efek tertentu bagi beberapa kelompok
masyarakat internasional yang menganggap perlu terlibat dalam berbagai
keputusan yang diambil organisasi internasional tersebut.
KESIMPULAN
Organisasi Internasional adalah suatu
organisasi/perkumpulan antar bangsa di dunia, menciptakan suatu organisasi yang
bertujuan untuk kepentingan bersama ataupun kelompok, menciptakan suatu keadaan
yang harmonis dan bertujuan yang berguna bagi masyarakat di negara-negara dunia.
REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_internasional(2016)
http://www.zonasiswa.com/2014/11/organisasi-internasional-pengertian.html(2016)
REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_internasional(2016)
http://www.zonasiswa.com/2014/11/organisasi-internasional-pengertian.html(2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar